Bandung, Ibukota Jawa Barat Dikenal Juga Sebagai Paris Van Java

Web Hosting

BERITABERITA.WEB.ID – Bandung dewasa ini berkembang menjadi sebuah kota metropolitan. Sejarah Bandung sejak zaman kolonial Belanda mencatat julukan yang silih berganti antara cemoohan, pujian, dan sanjungan. Arie Top, seorang perwira Kompeni yang bertugas  pada tahun 1742, menyebut Bandung dengan sebutan sorga dalam pengasingan ( Paradise in Wxile). Ahli tata kota menyebut Bandung sebagai Paris van Java karena Bandung tidak dibangun dengan arsitektur  kota yang mandiri dan lekat dengan ciri-ciri tradisionalnya.

Hendrik Berlage memberikan julukan Bandoeng Parijs van Java, sebagai kritikan karena bangunan-bangunan yang ada di  Bandung kurang memperhatikan sifat-sifat kedaerahannya. Sindirin Bandoeng Parijs van Java, disampaikan pada saat  Congres Internationaux d`architecture moderne “CIAM” di kota Chateau de la Sarraz, Swiss pada bulan Juni 1928. Berlage lebih lanjut dalam pandangannya menyampaikan, Bandung terlalu berkiblat ke barat-baratan sehingga lebih mirip dengan kota Paris dan kehilangan ciri khas tropisnya. Karena pendekatan pembangunan Bandung seperti diatas, akhirnya julukan Berlage dipakai diseluruh dunia, kemudian Bandung menjadi proto tipe kota kolonial (Kolonialle Stad).

(Baca juga: Bandung Paris van Java)

Arti Kata Bandung

Bandung merupakan kata yang sama dengan Bandungan, mempunyai arti sama dengan pujian, “minangka tungtung kapujian, cara dina elmu répok Lumbung Bandung sabab sok kongas eusina loba” yang merupakan pujian. Berdasarkan filosofi Sunda, kata Bandung juga berasal dari kalimat Nga-Bandung-an Banda Indung, yang merupakan kalimat sakral dan luhur karena mengandung nilai ajaran Sunda. Nga-Bandung-an artinya menyaksikan atau bersaksi. Banda adalah segala sesuatu yang berada di alam hidup yaitu di bumi dan atmosfer, baik makhluk hidup maupun benda mati. Sinonim dari banda adalah harta. Indung berarti Ibu atau Bumi, disebut juga sebagai Ibu Pertiwi tempat Banda berada.

Disamping arti diatas nama Bandung bagi sebagian kalangan, berasal dari kata bendung atau bendungan. Bandung menjadi nama  karena terbendungnya aliran sungai Citarum oleh semburan lava Gunung Tangkuban Perahu sehingga membentuk telaga. Cerita ini hampir sama dengan legenda Bandung diambil dari perkataan bendung (ngabendung atawa nambak situ) duméh baheulana tanah padataran Bandung asalna situ hiang (talaga). Nurutkeun galur nu kapihatur, carita nu baheula nu boga alpukah nyipta ngabendung éta situ hiang téh Nyi Rarasati anu jaman ayeuna disarebut Nyi Dayang Sumbi. Nama Bandung berasal bendung karena dataran tanah Bandung berasal dari sebuah danau atau telaga yang bernama Situ Hiang. Situ Hiang merupakan danau ciptaan Nyi Rarasati yang dikenal juga dengan sebutan Nyi Dayang Sumbi. (diolah dari wikipedia dan sundasamanggaran.blogspot.co.id)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Komentar Facebook