Pengolahan Bahan Bacan Cincau Menjadi Permata Di Rawa Bening

Web Hosting

BERITABERITA.WEB.ID – Jakarta Gems Center, Rawa Bening, memberikan ruang bagi para pengrajin, tempat untuk mengolah batu menjadi permata, sesuai dengan permintaan pelanggan. Saat ini pusat pemrosesan atau pengolahan batu di JGC dirasa kurang, karena banyaknya  peminat jasa pengolahan batu permata. Bagi yang ingin melakukan pengolahan batu dengan cepat, selain di JGC dapat juga melakukannya dilokasi alternatif, diluar JGC. Pusat pengolahan alternatif batu permata tersebut, melakukan proses pemolesan di kios sederhana, yang ada di belakang JGC sepanjang jalan Bekasi Barat 1. Karena menjamurya usaha pengrajin ini, maka sepanjang jalan ini dipenuhi oleh kios pengrajin pengolahan batu dan penjual bahan batu permata.

Langkah-langkah dalam melakukan proses pemolesan batu permata:

Pertama, Bahan batu yang akan diolah dipersiapkan dahulu. Bahan permata, bisa didapatkan di salah satu kios disana, atau membeli dari pengrajin ditempat lain.

bhn1

Kedua, Bahan permata dipotong sesuai dengan besar permata yang dinginkan. Kemudian dipotong dengan bentuk yang dikehendaki. Sayangnya ditempat ini hanya  mengolah satu jenis bentuk potongan (cabochon) untuk berbagai ukuran. Cabochon dari bahasa Perancis caboche (kepala), jenis potongan ini untuk batu permata yang dibentuk dengan bentuk bulat, biasanya setengah lingkaran dengan bagian bawah yang rata.

bhn2

Ketiga, Setelah potongan kasar batu permata didapatkan, kemudian dilakukan langkah pemolesan. Pemolesan bahan permata dilakukan dengan menggunakan alat khusus, gerinda merupakan alat untuk pemolesan batu, gerinda yang dipergunakan dari berbagai jenis mulai dari kasar sampai halus. Pengrajin biasanya telah melengkapi peralatannya, sesuai dengan kebutuhan untuk pemolesan batu sampai terlihat mengkilat, dan siap dijadikan perhiasan.

bhn3

Pengrajin batu permata di jalan Bekasi Barat 1 memberikan pelayanan proses batu permata yang dapat ditunggu. Setiap pelanggan dapat menyaksikan proses pemolesan dan berdiskusi dengan pengrajin mengenai ukuran dan bentuk batu yang dinginkan. Proses pemolesan bahan hingga jadi ditempat ini, tidak memakan waktu yang lama. Berbeda dengan pengrajin dibanyak sentra produksi pasar tradisional seputar Jakarta, kebanyakan mereka tidak memberikan pelayanan proses pemolesan  batu yang dapat ditunggu.

Tips sederhana untuk mengenali batu asli atau olahan, pergunakan lup (loop) atau kaca pembesar khusus yang memiliki lampu senter. Lampu senter dari lup dibutuhkan untuk melihat isi batu, untuk memastikan apakah batu tersebut padat atau memiliki gelembung udara. Apabila pada batu tersebut ditemukan gelembung udara maka batu tersebut dapat dikatakan jenis batu sintetis, buatan manusia.

Mengenai nilai batu, bagi setiap orang berbeda-beda untuk batu asli atau sintetis. Karena penambangan batu yang semakin meluas dan merusak lingkungan, maka banyak kalangan yang lebih memilih batu sintetis. Batu sintetis dianggap lebih melestarikan lingkungan ketimbang batu yang diambil dari alam, karena penambangan dianggap merusak lingkungan. Pilihan batu asli atau sinteis tergantung pada pilihan pencinta permata, apakah batu asli yang terbaik atau yang sintetis, itu semua merupakan pilihan. Salam batu.

 

Sentra Pengolahan Batu Permata Alternatif Di Rawa Bening



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Komentar Facebook