Prestasi Djarot Saiful Hidayat

Web Hosting

BERITABERITA.ID – Rekam Jejak Djarot Saiful Hidayat di pemerintah cukup gemilang,Djarot yang lahir di lahir di Magelang, Jawa Tengah, 6 Juli 1962, merupakan Wali Kota Blitar. Dia memimpin Blitar selama dua periode dari 2000 hingga 2010. Selama menjadi pemimpin, Mantan bupati Blitar yang dekat dengan rakyatnya ini berhasil menyulap Blitar yang tadinya hanya sebuah daerah kecil dan miskin menjadi daerah terkaya nomor 2 di Jawa Timur.

Ini dia prestasi Djarot Saiful Hidayat selama menjadi Bupati Blitar

1.Naiknya Pendapatan Asli Daerah (PAD) Blitar

Selama 10 tahun, kota seluas 32,58 km persegi dengan pendapatan asli daerah (PAD) mengalami peningkatan pesar. Sebelum tahun 2000, PAD kota Blitar sekitar Rp 2,5 Miliar, sedankan sembilan tahun kemudian menjadi RP. 39,86 Miliar.

2.Pembangunan Kota Blitar mengalami perkembangan.

Anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kota Blitar dari Rp 38,625 miliar naik menjadi Rp 387 miliar. Indeks pembangunan manusia atau IPM warga Blitar ikut beranjak naik sekitar 9 poin dari total 68,9 poin pada tahun 2000 menjadi 77,12 di tahun 2009. Pencapaian ini merupakan yang tertinggi di Provinsi Jawa Timur pada tahun 2009.

Djarot memiliki andil yang sangat besar bagi Blitar, walaupun demikian Djarot juga dinilai mampu mencapai begitu banyak lapisan masyarakat tanpa harus kehilangan kehormatan seorang walikota. Tak bisa dipungkiri jika mulai pedagang asongan di pasar sampai jajaran pegawai negeri di tingkat kelurahan mengenalnya begitu sangat baik dan dekat.

3.Mendapat Penghargaan Manggala Karya Kencana (MKK) 

Penghargaan kepada Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat diberikan atas prestasi yang menonjol, komitmen serta kepemimpinannya dalam menggerakkan program kependudukan keluarga berencana dan pembangunan keluarga untuk mewujudkan keluarga kecil bahagia sejahtera.

Prestasi Djarot ketika memimpin DKI Jakarta

Keadilan sosial
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Jakarta ternyata adalah yang tertinggi di Jakarta. Ahok-Djarot sukses memindahkan kehidupan warga Jakarta ke tempat layak seperti rusun berukuran 36 meter persegi yang disokong sejumlah fasilitas. IPM Jakarta berada di posisi pertama tahun 2015, yakni mencapai 78,99. Dalam lima tahun terakhir, IPM ini terus meningkat.

Transportasi
Program Transjakarta pastinya sudah banyak diketahui warga Jakarta. Kini, total armada Transjakarta mencapai 1.347 bus dan memiliki 77 rute.

Kesehatan
Selain Kartu Jakarta Sehat (KJS) yang sudah populer, Ahok-Djarot memiliki program preventif, yakni Ketuk Pintu Layanan dengan hati (KPLDH). Mereka juga telah melakukan renovasi 34 puskesmas, 19 Puskesmas menjadi rumah sakit umum kecamatan. Pada 5 tahun mendatang, jaminan kesehatan juga akan mencapai 100 persen ke warga Jakarta.

Pendidikan
Jumlah penerima Kartu Jakarta Pintar 792.495 siswa dan mereka tidak menerima dalam bentuk tunai. Tapi dengan KJP via Bank DKI mereka bisa beli buku-buku di Gramedia, daging, sepatu dan lain-lainnya, bener-benar cashless

Ketenagakerjaan
Ahok-Djarot berhasil mengurangi pengangguran di Jakarta menjadi 55,7 persen, kemiskinan menjadi 3,75 persen, inflasi 2,04 dan gini ratio 0,41 persen. Keduanya juga tercatat telah membina UMKM pada 2015 sebanyak 132 ribu dengan total bantuan Rp200 miliar.

Ekonoi kreatif
Ahok-Djarot sudah mewujudkan Jakarta Creative Hub &  co-working space  dengan model ekonomi bagi hasil sebesar 80-20.

Penanganan banjir
Banjir di Jakarta sudah jauh berkurang, yakni sebelumnya pada tahun 2013 sebanyak 2.200 titik kini pada tahun 2017 hanya tinggal 54 titik.

Fasos dan Fasum RPTRA Kalijodo
Membangun sekitar 300 lebih  RPTRA dan  menyulap daerah ‘hitam’ menjadi daerah hijau dan biru yaitu KalijodoSkate Park, ikon patung  ‘Menembus Batas’, dan Masjid Al-Mubarokah.

Infrastruktur
1. LRT Kelapa Gading-Velodrome (Rawamangun)
Progres pembangunan LRT Jakarta telah mencapai 10,79%, progres tersebut termasuk konstruksi utama. Progres ini telah melebihi dari jadwal yang telah ditentukan, yakni Saat ini, pembangunan dilakukan di Depo Kelapa Gading menuju Velodrome sepanjang 5,8 km dengan investasi sekitar Rp 7 triliun.
Pembangunan rute ini disiapkan untuk pagelaran Asian Games 2018.

2. Mass Rapid Transit (MRT)
Pembangunan MRT Jakarta dimulai sejak 2013, di era Joko Widodo (Jokowi) masih menjabat Gubernur DKI Jakarta. Selanjutnya, proyek MRT berjalan di bawah kepemimpinan Ahok. Ahok menjabat Gubernur DKI Jakarta Jakarta menggantikan Jokowi yang terpilih menjadi Presiden periode 2014-2019. Hingga akhir April lalu, pembangunan yang telah dimulai 2013 lalu, sudah mencapai progres fisik 71,39%.
Rinciannya, jalur layang 57,52% dan jalur bawah tanah 85,39% dengan kontruksi telah mencapai 3/4 dari proses keselutuhan. Targetnya akhir tahun ini progres fosik mencapai 93%. Jalur MRT membentang 110 kilometer.

3. TransJakarta Layang koridor 13 Ciledug-Tendean
Proyek jalur TransJakarta layang rute Ciledug-Tendean senilai Rp 2,5 triliun sudah rampung. Bus TransJakarta sudah uji coba jalan layan sepanjang 9,3 km itu dan berhenti di 12 halte. Kehadiran jalan layang khusus ini membuat waktu tempuh Ciledug-Tendean hanya 25 menit saja.

4. Simpang Susun Semanggi
Simpang Susun Semanggi  yang menjadi ikon dengan  4 bentangan jalan layang, yakni Bentang Plaza Semanggi, Bentang Polda Metro Jaya, Bentang Hotel Sultan dan Bentang Wisma Mulia atau BRI. Berdasarkan data PT Wijaya Karya (WIKA) selaku kontraktor pelaksana pembangunan, jalan layang dengan bentang lengkung terpanjang di Indonesia ini menelan biaya Rp 345,067 miliar.

 



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Komentar Facebook