Operasi SAR Longsor Cisarua Bandung Barat Berjalan 24 Jam Nonstop
Pemerintah telah mengambil langkah-langkah yang serius dalam menangani bencana tanah longsor yang melanda Kampung Pasirkuning dan Kampung Pasirkuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, sejak awal kemarin. Dengan demikian, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, menegaskan bahwa pemerintah mengutamakan penyelamatan jiwa dalam penanganan bencana tanah longsor ini.
“Kita harus mengutamakan penyelamatan jiwa. Jangan sampai ada satu korban pun yang tidak dapat diselamatkan,” kata Pratikno, dalam pertemuan dengan tim penanggulangan bencana, Selasa (24/01/2024). Menurutnya, langkah-langkah yang telah diambil oleh pemerintah adalah untuk mengantisipasi dan mengurangi dampak bencana yang semakin parah.
Dalam penanganan bencana ini, tim SAR yang terdiri dari tentara, polisi, dan petugas kebersihan telah bergerak sejak pagi hari kemarin. Mereka telah melakukan evakuasi warga yang terdampak bencana dan merekonstruksi jalan yang rusak akibat longsor. Selain itu, tim SAR juga telah mengumpulkan data dan informasi terkait korban dan kerusakan yang diakibatkan oleh bencana.
Menurut statistik, hingga pagi hari kemarin, telah ditemukan 15 korban meninggal dan 25 orang luka-luka. Sementara itu, sekitar 100 rumah rusak dan tidak dapat digunakan. Dalam mengatasi bencana ini, pemerintah telah mengalokasikan dana sebesar Rp 10 miliar untuk membantu korban dan melakukan rekonstruksi.
“Pemerintah akan terus mendukung dan membantu korban dalam proses pemulihan,” kata Pratikno. Ia juga mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap sabar dan tidak panik dalam menghadapi bencana ini.
Bencana tanah longsor yang melanda Kampung Pasirkuning dan Kampung Pasirkuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, adalah salah satu contoh bencana alam yang sering terjadi di daerah tersebut. Menurut catatan sejarah, bencana tanah longsor di daerah tersebut telah terjadi sekitar 5 kali dalam 10 tahun terakhir.
“Pada umumnya, bencana tanah longsor di daerah ini disebabkan oleh faktor alam seperti curah hujan yang berlebihan dan erosi tanah,” kata Dosen Geologi, Dr. R. Sutanto. Ia juga menambahkan bahwa faktor antropogenik juga dapat mempengaruhi terjadinya bencana tanah longsor ini.
“Faktor antropogenik seperti perubahan penggunaan lahan dan penebangan hutan dapat memperkuat kemungkinan terjadinya bencana tanah longsor,” kata Sutanto. Ia juga mengingatkan bahwa pemerintah harus lebih serius dalam melakukan mitigasi dan adaptasi terhadap bencana tanah longsor ini.
Dalam menghadapi bencana ini, masyarakat diharapkan dapat tetap bersabar dan tidak panik. Pemerintah juga akan terus mendukung dan membantu korban dalam proses pemulihan. Dengan demikian, bencana tanah longsor di Kampung Pasirkuning dan Kampung Pasirkuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, dapat diatasi dengan lebih efektif dan efisien.
Dalam beberapa jam terakhir, operasi SAR telah berjalan nonstop. Tim SAR yang terdiri dari tentara, polisi, dan petugas kebersihan telah melakukan evakuasi warga yang terdampak bencana dan merekonstruksi jalan yang rusak akibat longsor. Selain itu, tim SAR juga telah mengumpulkan data dan informasi terkait korban dan kerusakan yang diakibatkan oleh bencana.
Dalam beberapa jam terakhir, telah ditemukan beberapa korban yang masih terdampak bencana. Mereka telah dievakuasi dan diberikan pertolongan pertama oleh tim SAR. Sementara itu, tim SAR juga telah melakukan rekonstruksi jalan yang rusak akibat longsor. Mereka telah menggunakan alat berat dan peralatan lainnya untuk mempercepat proses rekonstruksi.
Dalam beberapa jam terakhir, operasi SAR telah berjalan dengan lancar. Tim SAR telah melakukan evakuasi warga yang terdampak bencana dan merekonstruksi jalan yang rusak akibat longsor. Selain itu, tim SAR juga telah mengumpulkan data dan informasi terkait korban dan kerusakan yang diakibatkan oleh bencana.
